Cinta Kopi dan Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Cinta Kopi dan Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Cinta Kopi dan Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Cinta Kopi dan Guru Ini Koleksi Lebih dari 3.000 Cangkir Kopi

Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan memiliki kopi khas mereka sendiri, layaknya kopi luwak yang dikenal berasal dari Indonesia.

Di Turki, kopi sendiri dikenal dengan nama Turk kahvesi. Kopi turki ini memiliki warna gelap dan tekstur sedikit berlumpur.

Tak hanya sebagai minuman khas, Turk kahvesi bahkan sudah masuk ke daftar Warisan Budaya Tidak Berwujud milik UNESCO di tahun 2013.

Maka, tidak heran jika warga Turki sangat menggemarinya. Salah satunya ada Mesude Isikli, seorang guru seni asal Turki.

Bukan cuma menggemari kopi turki, Mesude Isikli bahkan sangat menyukai cara penyajian kopi di Turki.

Hal ini dibuktikan lewat koleksinya, yaitu cangkir kopi yang jumlahnya mencapai ribuan!

Ilustrasi Cangkir Kopi Turki (Pixabay/Activedia)
Ilustrasi Cangkir Kopi Turki 

Mesude Isikli pertama mendapat cangkir kopi antik sebagai hadiah dari temannya.

Cangkir kopi tersebut diketahui terbuat dari keramik dan dihiasi desain khas Turki. Inilah yang membuat Isikli tertarik dan akhirnya ingin mengumpulkan aneka jenis cangkir kopi.

“Percakapan di hari yang spesial dimulai dengan kopi… Aku dan keluargaku, kami sangat menyukai kopi. Semangatku terhadap kopi telah membuatku penasaran terhadap cangkir kopi,” jelas Isikli.

Maka, selama 12 tahun lamanya, Isikli pun sukses mengumpulkan 3.000 cangkir kopi. Mayoritas di antaranya adalah cangkir antik khas Turki.

“Kebanyakan adalah cangkir antik, termasuk cangkir berumur 120 tahun dan 80 tahun. Mereka semua memiliki memori, karena mereka pernah hidup dan digunakan sebelumnya.”

Meski begitu, dari ribuan cangkir yang ada, Isikli tetap paling menyukai cangkir antik pertama yang diberikan temannya dulu.

“Kami punya peribahasa: Satu cangkir kopi setara dengan 40 tahun persahabatan,”pungkas Mesude Isikli.