Kenali Tentang Terapi Sujok!

Kenali Tentang Terapi Sujok!

Kenali Tentang Terapi Sujok!

Kenali Tentang Terapi Sujok!

Baru-baru ini seorang warganet menghebohkan media sosial membagikan tips meredakan demam pada anak tanpa mengonsumsi obat-obatan. Fajar Firmansyah memalui akun Facebook-nya membagikan tentang terapi sujok.

Mulanya, Fajar mengunggah foto anaknya yang sedang demam. Lantas ia mewarnai jempol kedua tangan dan kaki anaknya menggunakan spidol warna biru.

Selang 15 menit, demam anaknya langsung turun hanya dengan menerapkan terapi sujok yang menggunakan warna spidol. Unggahannya pun seketika menjadi perhatian publik hingga dipanggilan hampir 4 ribu kali.

Si kecil lagi panas. Daripada minum obat kimia, mending langsung ambil spidol biru dan warnai semua jempolnya. Gak sampai 15 menit langsung reda. Masyaa Allah #Sujok #TerapiSujok #TerapiWarna,” tulisnya di Facebook.

Melansir dari Sujok Indonesia, terapi sujok ini berasal dari kata “Su” yang artinya telapak tangan dan “Jok” adalah telapak kaki.

Viral terapi sujok untuk meredakan demam pada anak 

Sujok adalah salah satu metode atau teknik pengobatan yang berasal dari Korea Selatan. Penemunya adalah seorang Scientist bernama Prof. Park Jae Woo.

Terapi sujok ini salah satu metode sederhana dalam pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Metode ini menggunakan telapak tangan dan kaki dalam teknik pengobatannya. Karena, kedua bagian tubuh tersebut pusat dari aliran energi tubuh.

Menurut Prof. Park Jea Woo, pencetus terapi sujok dilansir dari mediks Ltd, metode pengobatan ini terbilang cukup efektif, terlepas dari diagnosis dan keseriusan penyakitnya. Asalkan titiknya tepat dan distimulasi dengan benar.

Artinya, setiap orang harus mengetahui pasti letak titik-titik rasa sakitnya. Seseorang yang sudah bisa mengetahui metode pengobatan ini pun bisa juga membantu kerabatnya.

Dalam hal ini, tidak ada batasan usia karena semua orang dari anak-anak hingga orang lanjut usia bisa melakukan maupun mendapatkan terapi sujok. Bahkan tak masalah jika seseorang melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.