Olimpiade Makin Dekat Siapa Jagoan PBSI di Tokyo

Olimpiade Makin Dekat Siapa Jagoan PBSI di Tokyo

Olimpiade Makin Dekat Siapa Jagoan PBSI di Tokyo

Olimpiade Makin Dekat Siapa Jagoan PBSI di Tokyo

http://www.tuntungsakti.com/sabung-ayam/ Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, tak bingung memilih dua ganda putra di Olimpiade 2020. Dia punya teknik untuk menilai wakilnya.

Olimpiade di Tokyo dilangsungkan 24 Juli hingga 9 Agustus. Khusus sektor ganda putra, Indonesia ketika ini menanam tiga pasang wakilnya di delapan besar perhitungan kualifikasi Olimpiade.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menduduki peringkat satu dan dua. Sementara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sedang di peringkat tujuh.

Sementara Jepang menanam dua wakilnya di peringkat keempat dan kelima, Korea Selatan terdapat satu wakil di peringkat keenam, dan China menanam wakilnya di peringkat ketiga.

Meski perhitungan poin masih berlajan sampai lima bulan ke depan, Herry tak terlampau pusing guna menetapkan. Apalagi dia telah punya teknik untuk memilih yang terbaik.

“Dari mula saya tidak jarang kali bilang siapa yang mewakili Indonesia (di Olimpiade) cocok ranking yang terbaik. Siapa yang terbaik dia yang lolos,” kata Herry untuk detikSport, Sabtu (21/12/2019).

“Jangan hingga ranking telah baik namun tidak dikirim, tidak dapat seperti itu. Harus riil, mereka bersaing dan berlomba secara sehat,” dia menjelaskan.

Di sisi lain, Herry akan menata frekuensi penampilan semua pebulutangkis Indonesia di turnamen-turnamen menjelang Olimpiade. Apalagi, tidak sedikit pertandingan pun yang penting mengarah ke pesta olahraga terakbar di dunia itu.

Seperti diketahui kegagalan Kevin/Marcus di sejumlah turnamen urgen seperti All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals 2019 sebab kurang selektifnya memilih turnamen yang penting. Alhasil peak pemain jadi cepat menurun.

“Menuju Olimpiade 2020 tidak sedikit juga pertandingan penting. Ada Thomas Cup, All England juga, ya tinggal ditata saja. Artinya, pemain tidak akan terlampau ditekan atau ditarget laksana 2019 dan seluruh pemain mesti ikut. Jadi yang telah lolos Olimpiade tinggal ditata saja mana yang perlu agar peaknya di Olimpiade tercapai,” demikian dia.