Pemimpin Dunia yang Memerintah Selama Beberapa Menit hingga Hari

Pemimpin Dunia yang Memerintah Selama Beberapa Menit hingga Hari

Pemimpin Dunia yang Memerintah Selama Beberapa Menit hingga Hari

Pemimpin Dunia yang Memerintah Selama Beberapa Menit hingga Hari

Dunia4d2 Sabung Ayam – Bayangkan bila Anda dipilih atau dianugerahkan tampuk kekuasaan atas suatu bangsa, kerajaan atau kekaisaran. Kemungkinan, Anda akan merasa terhormat dan bangga pada diri sendiri atas kekuatan semacam itu.

Namun, tahukah Anda bahwa menjadi pemimpin di sebuah negara merupakan tantangan yang sangat besar?

Bahkan, sepanjang sejarah, jabatan tertinggi tersebut tidak berlangsung lama. Ada yang dicabut atau dipindahkan secara sukarela maupun terpaksa, mereka memerintah dengan singkat.

Selain itu, fakta lain dari menjadi seorang pemimpin adalah mereka tidak kebal terhadap penyakit dan kematian.

Menjadi pemimpin bukanlah jaminan segala sesuatu berjalan sesuai keinginan Anda. Karena sifat politik dari sebagian besar posisi kepemimpinan, selalu ada ‘kejutan’ yang menunggu Anda.

Berikut 5 pemimpin negara di dunia yang memerintah dalam waktu amat sekejap

1. Raja Louis XIX dari Prancis – 20 Menit

Seperti kebanyakan negara-negara Eropa, Prancis memiliki monarki dengan raja dan ratu yang berfungsi penuh di kursi kekuasaan. Dengan suksesi turun temurun itulah cara Louis XIX menjadi “raja 20 menit.”

Louis XIX adalah putra Charles X yang merupakan adik lelaki Raja Louis XVI.

Pria yang juga dikenal sebagai Louis Antoine, menikahi Putri Marie-Therese –anak perempuan Raja Louis XVI.

Tahun 1800-an adalah masa yang sulit bagi monarki Prancis karena revolusi. Banyak bangsawan terbunuh atau diasingkan. Monarki berusaha bertahan dan menjadi relevan.

Ketika Louis XVI wafat pada 1824 tanpa memiliki anak laki-laki, takhta otomatis jatuh ke tangan Charles X, adik lelakinya.

Charles X berusaha menyelamatkan monarki dari kehancuran dengan melembagakan reformasi, tetapi itu tidak cukup untuk memenangkan hati rakyat. Monarki menajdi kian tidak populer dan orang-orang hanya menginginkan perubahan nyata.

Karena merasa mendapat tekanan besar sebagai pemimpin, Charles X memutuskan hengkang dan menunjuk putranya, Louis XIX, menjadi penggantinya.

Namun, Louis XIX bukanlah kandidat yang populer atau disukai rakyat. Dua puluh menit setelah diangkat, ia juga turun takhta dan melarikan diri ke Skotlandia, di mana diaiskan akhir hidupnya.

2. Kanselir Joseph Goebbels – 1 Hari

Joseph Goebbels bergabung dengan partai Nazi pada 1920-an dan merupakan sekutu dekat Adolf Hitler sebelum dan selama Perang Dunia II.

Joseph adalah seorang penulis dan jurnalis yang sanggup ‘menyihir’ Hitler dengan karyanya, yang memanfaatkan penggunaan kata-katanya sebagai bentuk ekspresi.

Padan 1933 ketika Adolf Hitler menjadi kanselir Jerman, Joseph Goebbels diangkat sebagai Menteri Pencerahan dan Propaganda Publik. Perannya adalah untuk menumbuhkan perasaan anti-Semit di antara penduduk Jerman melalui penggunaan media dan sastra.

Joseph berubah dari sastrawan menjadi mesin propaganda Nazi sebelum dan selama pertempuran bersejarah ini.

Ketika Perang Dunia II dimulai, Joseph menciptakan film propaganda yang dimaksudkan untuk mengambil hati penduduk Jerman. Film ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Nazi adalah sesuatu yang paling benar, sementara lainnya salah.

Namun, ketika perang berlangsung dan kekalahan sudah dekat, sebelum Hitler bunuh diri, sang diktator menunjuk Joseph sebagai kanselir Jerman secara mendadak, menggantikan posisinya.

Sayangnya, Joseph bernasib sama dengan Hitler: menghabisi nyawanya sendiri. Sebelum bunuh diri, Joseph meracuni enam anaknya dan istrinya, Magda. Tindakan keji ini dilakukan di bunker Hitler, di Berlin.