Tikus Jatuh dari Atap Gedung Putih Bikin Wartawan Panik

Tikus Jatuh dari Atap Gedung Putih Bikin Wartawan Panik

Tikus Jatuh dari Atap Gedung Putih Bikin Wartawan Panik

Tikus Jatuh dari Atap Gedung Putih Bikin Wartawan Panik

Daftar di sini – Kehebohan terjadi di ruangan pers Gedung Putih pada Selasa 1 Oktober 2019 waktu setempat. Wartawan yang berada di salah satu bangunan Presiden Amerika Serikat berkantor pun jadi panik, gara-gara seekor tikus jatuh dari atap.

Kejadian ini menjadi perbincangan di jagad maya setelah pembawa acara Today Show, Peter Alexander, mengunggah video kejadian tersebut melalui twitter.

post twitter (Peter Alexander)

“Seekor tikus benar-benar jatuh dari atap Gedung Putih dan jatuh ke pangkuan saya,” tulis Alexander.

Para wartawan yang berada di ruangan langsung berdiri dan memburu tikus tersebut.

Reporter senior NBC, Shannon Pettypiece, mengabadikan momen ketika para wartawan sedang sibuk mencari tikus itu.

“Hal paling seru di ruangan pers Gedung Putih dalam beberapa bulan. Wartawan berusaha menangkap bayi tikus yang jatuh ke pangkuan @PeterAlexander beberapa waktu lalu,” tulis Pettypiece.

post Twitter (Shannon Peetypiece)

Post Twitter (Elyse PG)

Tikus itu lari ke sebuah meja dan masuk ke ruang pers dan masih menjadi buronan para wartawan di ruang pers tersebut.

Kepanikan kedua wartawan tersebut langsung diserbu berbagai komentar. Beberapa komentar menyebut bahwa momen tersebut bisa menjadi pencair suasana ketika Gedung Putih sedang dihebohkan dengan berbagai isu berat, seperti pemakzulan Donald Trump.

Tikus Senang Bermain Petak Umpet

ilustrasi tikus

Tahukah Anda bila ternyata hewan pengerat ini senang bermain petak umpet? Temuan ini didapat dari penelitian para ahli saraf di Jerman.

Guna mendapatkan kesimpulan mengenai kebiasaan tikus itu, sekelompok peneliti menghabiskan beberapa minggu di sebuah ruangan kecil yang dipenuhi boks serta tikus. Diketahui kemudian tikus-tikus remaja “bermain” petak umpet dengan para peneliti. Mereka bahkan tak perlu diberi umpan makanan untuk muncul lalu pergi lagi.

“Ketika Anda sering bekerja dengan tikus selama bertahun-tahun, Anda akan melihat betapa cerdas dan sosialnya hewan itu,” ujar rekan penulis penelitian Konstantin Hartmann dari Humboldt University of Berlin, Jerman melansir laman New York Post.